KAMPUS BMG - Kerjasama antara IDP Education dan CCLC Bina Mandiri Gorontalo terkait dengan pelaksanaan tes IELTS, mulai ditindaklanjuti. CCLC-BMG telah merilis schedule pelaksanaan tes IELTS, yang akan mulai Juli nanti. IELTS, dapat digunakan oleh masyarakat untuk pengurusan beasiswa studi lanjut dalam dan luar negeri.
“Setiap bulan 2 kali, tes IELTS dilaksanakan, dimulai Juli hingga Desember. Setelah itu, kita akan merilis lagi di awal tahun 2020. Dan setiap kali tes, minimal peserta 10 orang. Dan tes akan dijalankan langsung oleh utusan atau perwakilan dari IDP Pusat, biasanya native atau orang asing yang sudah bekerja di IDP Jakarta,” kata Kepala CCLC-BMG, Ayu Anastasya Rachman, MA.
Untuk biaya tes, hanya Rp. 2.900.000. Harga ini relative lebih murah dibandingkan dengan pelaksanaan tes yang sama di kota-kota lainnya, seperti Makassar.
“Keuntungan lain yang didapat dengan mengikuti di kampus BMG, peserta tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan seperti biaya tiket pesawat atau hotel. BMG saat ini menjadi test center EILTS pertama di Gorontalo yang bermitra resmi dengan IDP,” jelas Ayu.
EILTS ini, kata Ayu, digunakan untuk mengurus beasiswa luar negeri. “Misalnya LPDP, biasanya mempersyaratkan EILTS dari score 6,5 untuk luar negeri dan untuk dalam negeri atau regular, 6,0. Sedangkan untuk afirmasi 5,5. IELTS digunakan di negara tujuan LPDP, seperti Inggris, Australia, Belanda Jerman, Amerika serikat, Canada, dan Jepang,” ungkap Ayu.
Selain LPDP, juga ada beasiswa Fulbright dari US Embassy, yang menggunakan IELTS sebagai syarat. “Beasiswa dari Kedutaan Besar AS ini, memberi peluang untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 dan S3. Ada juga Beasiswa Erasmus, beasiswa dari Belanda yang juga menggunakan IELTS sebagai syarat dan masih banyak lagi beasiswa lainnya yang menggunakan IELTS,” kata Ayu.
CCLC-BMG yang di dalamnya ada Pusat Bahasa, juga membuka ruang bagi masyarakat untuk intens dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti tes IELTS melalui kursus.
“Saat ini juga CCLC-BMG dalam fase merekrut Teacher IELTS yang akan mengajar di Lembaga kursus kami. Kami membuka kursus, 8 sampai 14 kali pertemuan dalam sebulan untuk 2 sampai 5 orang. Ini akan dipersiapkan secara intensif, setelah itu bisa ikut tes,” kata Ayu.
Ayu mengatakan, penting bagi CCLC-BMG untuk mempublikasi pelaksanaan tes IELTS ini ke khalayak. “Dalam konteks pengembangan SDM di Gorontalo, IELTS sangat penting bagi yang ingin masuk di kampus-kampus yang bagus dalam dan luar negeri. Apalagi dengan persyaratan Bahasa Inggris yang cukup ketat,” terangnya.
Selain IELTS, Kampus BMG juga melaksanakan TOEIC. Perbedaan antara IELTS dengan TOEIC, kata Ayu, terletak pada tujuannya.
“IELTS, lebih ke akademik. Sementara TOEIC (Test of English for International Communication) lebih kepada tes bahasa Inggis untuk komunikasi internasional. TOEIC bisa untuk melamar pekerjaan dan kursus di luar negeri.
TOEIC juga diterima di LPDP. Sekali tes, TOEIC hanya Rp. 650.000, sudah termasuk score report-nya. Sementara untuk score-nya 700 untuk luar negeri dan 650 score untuk dalam negeri,” kata Ayu.(hms/bmg)